Properti Investasi PSAK Berapa? Penjelasan Lengkap PSAK 13

|

Topproperti.com - Properti investasi adalah salah satu komponen penting dalam laporan keuangan, terutama bagi perusahaan yang memiliki properti untuk tujuan mendapatkan penghasilan sewa atau kenaikan nilai (capital gain). Untuk mengatur pencatatannya, Indonesia menggunakan PSAK 13 sebagai standar akuntansi utama. Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari pengertian, kriteria, pengukuran, hingga contoh jurnal akuntansinya.



Pengertian Properti Investasi Menurut PSAK 13

Definisi Properti Investasi

Properti investasi adalah properti berupa tanah atau bangunan yang dimiliki perusahaan bukan untuk dipakai sendiri, tetapi untuk disewakan atau untuk kenaikan nilai (appreciation). PSAK 13 menegaskan bahwa properti ini diperlakukan secara berbeda dari aset tetap biasa.

Tujuan Kepemilikan Properti Investasi

Properti dikategorikan sebagai investasi jika dimiliki untuk:

  • Mendapatkan penghasilan sewa secara berkelanjutan.
  • Mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai properti.
  • Atau kombinasi keduanya.

Contoh Properti yang Termasuk Properti Investasi

  • Gedung yang disewakan ke pihak luar.
  • Ruko yang dibeli untuk disewakan.
  • Tanah yang disimpan jangka panjang untuk peningkatan nilai.
  • Bagian gedung yang disewakan (jika dapat dipisahkan secara jelas).

PSAK 13: Standar Akuntansi yang Mengatur Properti Investasi

Ruang Lingkup PSAK 13

PSAK 13 mengatur seluruh properti yang tujuan utamanya adalah pendapatan sewa atau peningkatan nilai. PSAK ini tidak berlaku untuk:

  • Properti untuk digunakan operasional (PSAK 16).
  • Properti untuk dijual (PSAK 14 Persediaan).

Kriteria Properti Agar Masuk Kategori Properti Investasi

Properti harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Dimiliki untuk menghasilkan sewa, bukan untuk digunakan sendiri.
  2. Dimiliki untuk kenaikan nilai, bukan untuk dijual cepat.
  3. Tidak digunakan untuk produksi atau administrasi.

Perbedaan Properti Investasi dan Aset Tetap (PSAK 16)

  • Properti Investasi (PSAK 13): untuk disewa/kenaikan nilai.
  • Aset Tetap (PSAK 16): untuk operasional perusahaan.
  • Pengukuran: PSAK 13 memungkinkan model nilai wajar, PSAK 16 lebih fokus pada biaya perolehan.

Pengakuan Properti Investasi

Syarat Pengakuan Properti Investasi

Properti dapat diakui jika:

  • Manfaat ekonomis masa depan kemungkinan besar mengalir ke perusahaan.
  • Nilai properti dapat diukur secara andal.

Kapan Properti Diakui sebagai Investasi?

Diakui saat perusahaan memiliki kendali, properti telah siap digunakan untuk tujuannya, dan manfaat ekonomis dapat diprediksi.

Contoh Kasus Pengakuan Awal

Jika perusahaan membeli gedung senilai Rp5 miliar untuk disewakan, maka pengakuan awal:

  • Dicatat sebagai Properti Investasi, bukan aset tetap.

Pengukuran Properti Investasi

Pengukuran Awal (Initial Measurement)

Saat pertama kali dicatat, properti investasi diukur sebesar:

  • Biaya perolehan, termasuk biaya legal, biaya konsultan, dan biaya transaksi lainnya.

Model Pengukuran Setelah Pengakuan (Subsequent Measurement)

PSAK 13 memberikan dua opsi:

  1. Model Nilai Wajar – perubahan nilai wajar diakui di laba rugi.
  2. Model Biaya (Cost Model) – dicatat dengan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

Perbedaan Model Harga Perolehan dan Nilai Wajar

  • Nilai Wajar: tidak ada penyusutan, adjustment sesuai pasar.
  • Harga Perolehan: ada penyusutan, nilai tercatat lebih stabil.

Contoh Perhitungan Pengukuran

Jika nilai wajar naik dari Rp5 miliar menjadi Rp5,5 miliar:

  • Kenaikan Rp500 juta dicatat sebagai keuntungan nilai wajar.

Penyajian dan Pengungkapan Properti Investasi dalam Laporan Keuangan

Penyajian di Neraca

Properti investasi disajikan sebagai pos terpisah dari aset tetap untuk memudahkan analisis keuangan.

Pengungkapan yang Wajib Dicantumkan

Perusahaan harus mengungkapkan:

  • Metode pengukuran (nilai wajar atau biaya).
  • Keterangan nilai wajar.
  • Pendapatan sewa.
  • Beban langsung yang terkait.

Contoh Format Pelaporan Properti Investasi

Di laporan posisi keuangan:

  • Aset Non-Keuangan: Properti Investasi — Rp xxx

Perpindahan Kategori Properti (Transfers)

Transfer dari Aset Tetap ke Properti Investasi

Terjadi jika perusahaan mengubah penggunaan properti dari operasional menjadi properti sewa.

Transfer dari Properti Investasi ke Persediaan

Jika properti akan dijual dalam jangka pendek.

Aturan PSAK 13 terkait Reclass

Reclass hanya dilakukan jika ada perubahan penggunaan yang jelas, bukan hanya niat.


Contoh Jurnal Akuntansi Properti Investasi

Jurnal Perolehan Properti Investasi

Dr Properti Investasi     xxx

   Cr Kas / Utang Usaha       xxx

Jurnal Pengukuran Model Harga Perolehan

Dr Beban Penyusutan       xxx

   Cr Akumulasi Penyusutan    xxx

Jurnal Penyesuaian Nilai Wajar

Dr Properti Investasi     xxx

   Cr Keuntungan Nilai Wajar   xxx

Jurnal Pelepasan (Disposal) Properti Investasi

Dr Kas                    xxx

Dr Rugi Pelepasan (jika ada)  xxx

   Cr Properti Investasi        xxx

   Cr Laba Pelepasan (jika ada) xxx


Kesimpulan

Ringkasan Aturan PSAK 13

PSAK 13 mengatur:

  • Pengakuan
  • Pengukuran
  • Penyajian
  • Pengungkapan
  • Reclass properti

untuk memastikan laporan keuangan lebih transparan.

Poin Penting yang Wajib Diingat Akuntan

  • Properti investasi hanya untuk sewa/peningkatan nilai.
  • Pengukuran dapat menggunakan nilai wajar atau biaya.
  • Jurnal berubah sesuai model pengukuran.

 

Related Posts